logo mahkamah agung website ramah difable

Selamat Datang di Pengadilan Agama Labuha


Jalan Karet Putih, Halmahera Selatan, Maluku Utara 97791

E-mail:palabuha@yahoo.com | Telp.(0927)2321277


SELENGKAPNYA

Mahkamah Agung Republik Indonesia


Sebagai Pengadilan Negara Tertinggi, Mahkamah Agung merupakan pengadilan kasasi yang bertugas membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi dan peninjauan kembali menjaga agar semua hukum dan undang-undang diseluruh wilayah negara RI diterapkan secara adil, tepat dan benar.



SELENGKAPNYA

Sistem Informasi Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia


SIWAS ditujukan untuk Anda yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan di bawahnya.



SELENGKAPNYA

Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)


Sistem Informasi Penelusuran Perkara adalah aplikasi resmi Mahkamah Agung untuk membantu para pencari keadilan dalam monitoring perkara yang ada di Pengadilan Agama Labuha .



SELENGKAPNYA

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum


Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional diartikan sebagaimana Pasal 1 Keppres (baca Peraturan) Presiden No 91 tahun 1999 adalah : “ Suatu sistem pendayagunaan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum lainnya secara tertib, terpadu dan berkesinambungan serta merupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara mudah, cepat dan akurat“


SELENGKAPNYA

Direktori Putusan Pengadilan Agama Labuha


Pencari keadilan sekarang dapat mendapatkan salinan putusan dengan cepat dan mudah dengan mengakses Direktori Putusan Mahkamah Agung RI wilayah Pengadilan Agama Labuha secara online.



SELENGKAPNYA

logo mahkamah agung website ramah difable

 

   I.   PROSEDUR PENGADUAN

Materi pengaduan meliputi hal-hal sebagai berikut :

1.  Pelanggaran terhadap kode etik dan/atau pedoman prilaku hakim;

2.  Penyalahgunaan wewenang/jabatan;

3.  Pelanggaran sumpah jabatan;

4.  Pelanggaran terhadap peraturan disiplin pegawai negeri sipiul atau peraturan disiplin militer.

5.  Perbuatan tercela, yaitu perbuatan amoral, asusila, atau perbuatan yang tidak selayak nya dilakukan oleh seorang aparat lembaga peradilan,maupun selaku anggota masyarakat;

6.  Pelanggaran hukum acara, baik dilakukan dengan sengaja, maupun karena kelalaian dan ketidakpahaman;

7.  Mal administrasi, yaitu terjadinya kesalahan, kekeliruan atau kelalaian yang bersifat administratif;

8.  Pelayanan publik yang tidak memuaskan yang dapat merugikan pihak-pihak yang berkepentingan serta masyarakat secara umum.

 

 II.   SYARAT DAN TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN

A.   Disampaikan secara tertulis

1.  Pengaduan hanya dapat diterima dan ditangani oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tingakat Banding dan Pengadilan Tingkat Pertama apabila disampaikan secara tertulis oleh pelapor;

2.  Pelapor dianjurkan untuk menggunakan formulir khusus untukmenyampaikan pengaduanya, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik di situs resmi Mahkamah Agung. Meskipun demikian, pengaduan yang tidak menggunakan formulir khusus bukti

3.  Dalam hal Pelapor memiliki kesulitan untuk membaca dan menulis, petugas di Mahkamah Agung atau pengadilan akan membantu manuangkan pengaduan yang ingin disampaikan pelapor secara tertulis dalam formulir khusus pengaduan.

B.   Menyebutkan Informasi yang jelas

Untuk mempermudah penanganan dan tindak lanjut terhadap pengaduan yang disampaikan, pelapor diharapkan dapat menyebutkan secara jelas informasi mengenai :

1.  Identitas Aparat yang dilaporkan, termasuk jabatan, serta satuan kerja atau Pengadilan tempat Terlapor bertugas;

2.  Perbuatan yang dilaporkan;

3.  Nomor perkara, apabila perbuatan yang diadukan berkaitan dengan pemeriksaan suatu perkara; dan

4.  Menyertakan bukti atau keterangan yang dapat mendukung pengaduan yang disampaikan. Bukti atau keterangan ini termasuk nama, alamat dan nomor kontak pihak lain yang dapat di mintai keterangan lebih lanjut untuk memperkuat pengaduan pelapor.

Pelapor sedapat mungkin diharuskan untuk mencantumkan identitasnya, namun demikian selama informasi dalam pengaduan yang disampaikan benar dan memiliki dasar yang kuat, pengaduan yang tidak mencantumkan identitasnya akan tetap ditindaklanjuti oleh Mahkamah Agung.

C.    Tata Cara Pengiriman

Pengaduan ditujukan kepada :

1.  Ketua atau Wakil Ketua pada Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilan Tingkat Banding dimana Terlapor bertugas; atau

2.  Ketua atau Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, atau Ketua Muda Pengawasan dengan tembusan kepada Kepala Badan Pengawasan.

Apabila pengaduan dikirimkan melalui pos dalma amplop tertutup, maka harus disebutkan secara jelas bahwa isi amplop tersebut adalah pengaduan dengan menuliskan kata “PENGADUAN pada Pengadilan“ pada bagian kiri atas muka amplop tersebut.

 

III.   HAK-HAK PELAPOR DAN TERLAPOR

A.  Hak pelapor

1.  Mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitasnya;

2.  Mendapatkan kesempatan untuk dapat m,emberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun;

3.  Mendapatkan informasi mengenai tahapan laporan pengaduan yang didaftarkannya;

4.  Mendapat perlakuan yang sama dan setara dengan terlapor dalam pemeriksaankan.

B.  Hak Terlapor

1.  Membuktikan bahwa ia tidak bersalah dengan mengajukan saksi dan alat bukti lain;

2.  Meminta berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya.